Luapan Lapindo, Vulkano Lumpur Terbesar di Dunia
altLapindo, vulkano lumpur terbesar dunia. (Reuters)

 

Vulkano lumpur terbesar di dunia ini akan terus berlangsung hingga 26 tahun, menurut para ilmuwan, seperti dikutipDaily mail (25/2).

Volkano lumpur ini pertama kalinya meletus pada 2005, menewaskan 13 orang dan membuat sekitar 13.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Pada puncaknya, kawah itu mengalirkan lumpur cukup deras untuk menggenangi lebih dari 50 kolam renang seukuran Olimpiade setiap hari.

Kini, menurut estimasi pertama sejumlah ahli yang dapat dipercaya mengatakan bahwa gunung lumpur tersebut akan terus meluapkan lumpur hingga 2037.

Ilmuwan dari Universias Durham menggunakan estimasi tekanan dari suatu lubang pengeboran.

Karena lumpur terus dimuntahkan, tim memperkirakan bahwa wilayah vulkano itu akan meluas hingga setengah kilometer.

Ketua peneliti, Prof. Rihard Davies mengatakan, “Luapan lumpur telah melanda sebuah wilayah cukup luas di Porong, Sidoarjo, namun berapa lama hal ini akan menjadi ancaman masih belum diketahui.”

“Perkiraan kami, luapan lumpur ini akan berlangsung hingga 26 tahun, karena luapannya akan menjadi sebuah genangan vulkano yang mendidih secara lambat.”

“Kalkuasi harus lebih akurat dari dampak akhir bencana ini sehingga memberikan petunjuk bagi penduduk Sidoarjo berapa lama mereka bisa berharap akan dipengaruhi oleh luapan lumpur tersebut.”

Tim Durham memperkirakan bahwa lama waktu penyusutan yang dibutuhkan untuk luapan lumpur ini mencapai 10 persen dari luapan awal.

Mereka menghitung luapan lumpur berdasarkan pengamatan atas tekanan sumber air lubang bor terdekat, sifat-sifat bebatuan, dan volume lumpur yang telah meluap selama tiga tahun pertama.

Perhitungan ini kemungkinan mengabaikan efek gas pada lumpur, yang dapat mengakibatkan komplikasi bagi masyarakat sekitar, karena sewaktu-waktu bisa menyala atau bahkan luapan lumpur itu  kemungkinan berlangsung lebih lama.

Adanya amblesan dapat pula mengakibatkan 166 ventilasi baru, yang disebabkan oleh pecahnya sejumlah akuifer dangkal, menurut Prof. Davies.

Para peneliti kini sedang mencari, di mana ventilasi ini kemungkinan terbentuk.

Prof. Davies yakin ventilasi tambahan itu akan mengakibatkan kerusakan lebih jauh pada rumah-rumah, ruas-ruas jalan serta jalur kereta api.

Ia mengatakan, “ Tuntutan dunia akan minyak dan gas memiliki resiko yang tidak dapat dipisahkan. Sementara keuntungannya hanya diperoleh oleh segelintir orang, yang kini juga dapat menjadi persoalan.”

Pada 2007 dan 2008, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Davies, mendapatkan fakta bahwa pengeboran dapat menyebabkan gunung lumpur.

Lapindo Brantas, perusahaan yang terlibat dalam pengeboran itu mambantah klaim bahwa eksplorasi gas telah memicu luapan lumpur tersebut, namun menyalahkan gempa bumi yang terjadi sekitar 174 mil.

Upaya untuk membendung aliran luapan lumpur, termasuk memasukkan bola-bola beton ke dalam kawah tetap gagal. Terciptanya bendungan raksasa telah berisi sebagian besar oleh aliran lumpur.

Temuan tim ini telah dipublikasikan dalam Journal of the Geological Society.

About aguspurnomosite

Saya adalah seorang guru Fisika (IPA) sebagai PNS di SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Sehari-hari juga mengajar di beberapa Bimbel di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Saya juga mengajar les privat Fisika diberbagai tempat secara Profesional. Juga pengajar OSN Fisika disebuah sekolah yang cukup ternama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s