Kumpulan Soal OSN Fisika


Salah satu ajang berprestasi yang diakui baik secara Nasional maupun Internasional dalam Pelajaran Fisika adalah OSN dan APho. Hanya anak-anak yang berbakat, yang punya kemauan kuat, semangat bekerja keras saja yang umumnya mampu berkiprah di dalamnya. Maka bagi kalian yang ingin berprestasi di ajang ini, berlatilah mengasah kemampuan dengan mengerjakan soal-soal  yang bobotnya seperti soal-soal yang selama ini diujikan. Untuk itu sebagai bahan latihan, kalian bisa mengerjakan soal-soal tersebut. Silahkan ambil dan pacu Adrenain kalian!

DownLoad OSN Tingkat SMP :
OSN Fisika SMP 2008 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMP 2009 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMP 2009 Tingkat Propinsi Download Disini
OSN Fisika SMP 2010 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMP 2010 Tingkat Nasional (Teori) Download Disini
OSN Fisika SMP 2012 Tingkat Kabupaten Download Disini
DownLoad OSN Tingkat SMA :
2006
OSN Fisika SMA 2006 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMA 2006 Tingkat Propinsi Download Disini
OSN Fisika SMA 2006 Tingkat Nasional (Teori) Download Disini
OSN Fisika SMA 2006 Tingkat Nasional (Eksperimen) Download Disini
2007
OSN Fisika SMA 2007 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMA 2007 Tingkat Propinsi Download Disini
OSN Fisika SMA 2007 Tingkat Nasional (Teori) Download Disini
OSN Fisika SMA 2007 Tingkat Nasional (Eksperimen) Download Disini
2008
OSN Fisika SMA 2008 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMA 2008 Tingkat Propinsi Download Disini
OSN Fisika SMA 2008 Tingkat Nasional (Teori) Download Disini
OSN Fisika SMA 2008 Tingkat Nasional (Eksperimen) Download Disini
2009
OSN Fisika SMA 2009 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMA 2009 Tingkat Propinsi Download Disini
OSN Fisika SMA 2009 Tingkat Nasional (Teori) Download Disini
OSN Fisika SMA 2009 Tingkat Nasional (Eksperimen) Download Disini
2010
OSN Fisika SMA 2010 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMA 2010 Tingkat Propinsi Download Disini
2011
OSN Fisika SMA 2011 Tingkat Kabupaten Download Disini
OSN Fisika SMA 2011 Tingkat Propinsi Download Disini
DownLoad Seleksi 30 Besar Nasional :
2007
Tes 2 pembinaan 30 besar 2007 Download Disini
Tes 4 pembinaan 30 besar 2007 Download Disini
2008
Tes 1 Pelatihan 30 besar 2008 Download Disini
Tes 2 Pelatihan 30 besar 2008 Download Disini
Tes 3 Pelatihan 30 besar 2008 Download Disini
DownLoad APho :
APhO X Teori 1 (Soal + Solusi) Download Disini
APhO X Teori 2 (Soal + Solusi) Download Disini
APhO X Teori 3 (Soal + Solusi) Download Disini
APhO X Eksperimen 1 (Soal + Solusi) Download Disini
APhO X Eksperimen 1 (Soal + Solusi) Download Disini
 
DownLoad APho (Lengkap) :
APhO 7 (2006 – Almaty, Kazakhstan) Download Disini
APhO 8 (2007 – Shanghai, China) Download Disini
APhO 9 (2008 – Ulaanbaatar, Mongolia) Download Disini
APhO 10 (2009 – Bangkok, Thailand) Download Disini
APhO 11 (2010 – Taipei, Taiwan) Download Disini
APhO 12 (2011 – Tel Aviv, Israel) Download Disini
APhO 13 (2012 – New Dehli, India) Download Disini
DownLoad IPhO (Lengkap) :
IPhO 2006 (Singapore, Singapore) Download Disini
IPhO 2007 (Isfahan, Iran) Download Disini
IPhO 2008 (Hanoi, Vietnam) Download Disini
IPhO 2009 (Merida, Mexico) Download Disini
IPhO 2010 (Zagreb, Croatia) Download Disini
IPhO 2011 (Bangkok, Thailand) Download Disini
IPhO 2012 (Tartu and Tallinn, Estonia) Download Disini

Ringkasan Materi Fisika SMA


Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas X-XII Lengkap

Gambar: SP MARS

Hello plends, Berikut ini aq kasih ringkasan materi-materi fisika untuk kelas X,XI, dan XII SMA lengkap. Semoga isinya bermanfaat.

Daftar isi:
01-besaran-dan-satuan
02-gerak-lurus
03-hukum-newton
04-memadu-gerak
05-gerak-melingkar
06-gravitasi
07-usaha-dan-energi
08-momentum
09-elastisitas
10-fluida
11-gelombang-bunyi
12-suhu-dan-kalor
13-listrik-statis
14-listrik-dinamis
15-medan-magnet
16-imbas-elektromagnetik
17-optika-geometri
18-alat-optik
19-arus-bolak-balik
20-perkembangan-teori-atom
21-radioaktif
22-kesetimbangan-benda-tegar
23-titik-berat-benda
24-teori-kinetik-gas
25-hukum-termodinamika
26-gelombang-elektromagnet
27-optika-fisis
28-relativitas
29-dualisme-gelombang-partikel

14 Fakta Imiah Bukti Kebenaran Al-Qur’an


Ini bukti Al-Quran bukan buatan Muhammad SAW, melainkan Firman Alloh SWT yang Maha Benar, Maha Mengetahui.

Pertama harus dipahami dahulu bahwa Nabi Muhammad di utus pada abad ke 6 Masehi, jaman ini belum ada teleskop, mikroskop, radar, Sinar X dan peralatan maupun teknologi canggih yang mendukungnya.

1. PEMISAHAN LANGIT DAN BUMI


Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30)

Kata “ratq” yang di sini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan.

Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq”. Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta.

Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq” ini.

Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

2. MENGEMBANGNYA ALAM SEMESTA

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

3. LANGIT YANG MENGEMBALIKAN

 

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur’an, mengacu pada fungsi “mengembalikan” yang dimiliki langit.

“Demi langit yang mengandung hujan.” (Al Qur’an, 86:11)

Kata yang ditafsirkan sebagai “mengandung hujan” dalam terjemahan Al Qur’an ini juga bermakna “mengirim kembali” atau “mengembalikan”.

Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi “pengembalian” dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur’an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah.

4. RAHASIA BESI

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

5.LAPISAN-LAPISAN ATMOSFER

Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Qur’an, 2:29)

“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (Al Qur’an, 41:11-12)

Kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

1. Troposfer

2. Stratosfer

3. Ozonosfer

4. Mesosfer

5. Termosfer

6. Ionosfer

7. Eksosfer

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.

Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

6.FUNGSI GUNUNG

Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak”:

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Al Qur’an, 78:6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna sebagai berikut:

Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)

7.ANGIN YANG MENGAWINKAN

Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran “mengawinkan” dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:

Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.

Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam.

8.LAUTAN YANG TIDAK BERCAMPUR SATU SAMA LAIN

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” (Al Qur’an, 55:19-20)

Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)

Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an

9.KEGELAPAN DAN GELOMBANG DI DASAR LAUT

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur’an, 24:40)

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:

Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)

Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)

Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur’an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah.

10.KADAR HUJAN

Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;

“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Al Qur’an, 43:11)

Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.

11.PERGERAKAN GUNUNG

Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

12.PEMBUNGKUSAN TULANG OLEH OTOT

Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Al Qur’an, 23:14)

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan.

Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut.

Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:

Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal.Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)

Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur’an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

13.TIGA TAHAPAN BAYI DALAM RAHIM

Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

– Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

– Tahap Embrionik

Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.

– Tahap fetus

Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur’an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur’an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

14.KEMENANGAN BIZANTIUM

Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur’an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur’an takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur’an, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan “Adnal Ardli” dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani”, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur’an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur’an adalah wahyu Ilahi.

 Source : Harun Yahya

Ceramah Motivasi Mario Teguh


Kata Bijak Mario Teguh

Mario Teguh selalu mampu menginpirasi semangat kita. Dengar dan resapi setiap kalimat yang dilontarkan. Begitu improvisasi, mengena, menginspirasi. Selanjutnya terserah Anda. Selamat menikmati!

Download disini :

1. Ane Bosan Ente
2. Muda dan Galau
3. Gubug Berbayang Istana
4. Cinta End Lagi..End Lagi
5. Antara Mimpi dan Kenyataan
6. Untung Dibalik Sial
7. Loe Gue End
8. Because I Love You
9. Beautiful Soul
10.Bebas Karena Memaafkan
11.Logika Ikhlas
11.Ikan Yang Tenggelam
12.Apakah perlu menikah?
13.An Officer And A Gentleman
14.A Man In Love
15.Raja Dunia Budak Cinta
16.Krisis Identitas
17.Mission Imposible
18.Tali Rejeki
19.Dikejar Anjing Gila
20.Pemulih Jiwa
21.Sibuk Selama Menunggu.
22.Young Love
23.Arjuna Plasu
24.Beauty And The Beast
25.Memelihara Hati,
26.Jika Tidak Gila, Bukan Cinta.
27.Ujian?, Siapa Takut.
28.Rayuan Maut
29.Anger Management
30.Toxic Boss
31.Derita Cinta
32.Uang Dari Langit
33.Bimbang Not My Style
34.Jodoh ditangan Siapa?
35.Beginer’s Luck
36.Kaca Mata Kuda
37.Senyum Buaya
38.Hati Yang Mudah Terluka
39.Cinta Monyet.mp3
40.Membarukan Hidup.mp3
41.Diam Tidak Selalu Emas.mp3
42.Satu Kemenangan part-2.mp3
43.Satu Kemenangan part-1.mp3
44.My New Resolution1.mp3
45.Motivamor.mp3
46.Can’t Wait to Be King.mp3
47.Tombo Ati.mp3
48.Berhasil Semuda Mungkin.mp3
49.Jangan Takut Digigit Gajah.mp3
50.Berani Dihitung Cepat.mp3
51.Sampai suatu masa.mp3
52.Guru Penumbuh Bangsa.mp3
53.Karir-Beracun.mp3
54.Rejeki njepret.mp3
55.Tidak Mungkin Tapi Bisa.mp3
56.StandByMe.mp3
57.Happiness_First.mp3
58.SalaryZombie.mp3
59.Wanita Ku Pemulia Ku-2.mp3
60.Wanita Ku Pemulia Ku.mp3
61.Cahaya Dari Tanah Suci.mp3
62.Who Am I.mp3
63.FROM YOGYAKARTA WITH LOVE.mp3
64.Merobek Amplop Uang.mp3
65.SikapTerbaikDalamKeadaanTerburuk.mp3
66.Kita Adalah Dunia Itu.mp3
67.Masa Depan Tak Pasti.mp3
68.Cara Bahagia Bergaransi.mp3
69.Stop,Playing Small.mp3
70.Mengatasi-Rasa-Takut-Gagal.mp3
71.Hidup Ini Tidak Sementara.mp3
72.Becoming A Star.mp3
73.Rindu Untuk Diperhatikan.mp3
74The-Roles-We-Play.mp3
75.Menolak Dibayar kecil1.mp3
76.Saya+Tuhan=Cukup.mp3
77.Apakah Ada Kehidupan Setelah Patah Hati.mp3
78.Hati yang rindu damai.mp3
79.Berani Itu Ajaib.mp3
80.The Power Of Imaginary Regret.mp3
81.Diam Itu Tidak Selalu Emas.mp3
82.Ikhlas Minta Kaya.mp3
83.Penjara Identitas.mp3
84.Thank You For Your Hearts1.mp3
85.Harta Tahta Wanita.mp3
86.GAJIKU BUKAN AKU1.mp3
87.Jalan Menuju Kecemerlangan.mp3
88.Berdami Dengan Masa Lalu.mp3
89.Hak Untuk Berbahagia.mp3
90.Membaca Orang Bohong.mp3
91.Hatimu penentu bahagiamu.mp3
92.Attractive Self.mp3
93.Gossip.mp3
94.Pribadi Rumah Kaca.mp3
95.Jadinya Aku, Terserah Aku.mp3
96.Tenggelam Dalam Segelas Air.mp3
97.Hati-Emas-Pemimpin.mp3
98.Bukan Pestanya Tapi Pernikahannya.mp3
99.The Magic Of Ikhlash2.mp3
100.Salah Berhasrat.mp3
101.Nanti.mp3
102.Mencintai Indonesia.mp3
104.PENJARA BINTANG LIMA.mp3
105.The Crysta lSoul.mp3
106.Johnny Satu Nada.mp3
107.Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi.mp3
108.Reaksi Pengubah Hidup.mp3
109.Hari Perhitungan.mp3
110.Kembali Polos.mp3
111.Duna-Ini-Tidak-Adil.mp3
102.Sabar Sampai Kapan1.mp3
113.Menjadi Bintang Bagi Negeriku.mp3
114.DustaPutih.zip
115.Dipimpin Oleh Resiko.mp3
116.Beautiful Stress.mp3
117.Dibalik Kesulitan, Ada Kemudahan.mp3
118.Fall In And Out Of Love.mp3
119.Anak-Masa-Depan-Kita.mp3
120.Hak untuk sejahtera.mp3
121.Happiness Starts From Home.mp3
122.Tangga Menuju Surga.mp3
123.Logika Generasi Baru.mp3
124.Indahnya Melayani Sesama.mp3
125.Yang menjadikan doa terjawab.mp3
126.Kekasihku, Penyiksaku.zip
127.SuperFantasy.mp3
128.Siapa Bilang Berhasil Harus Tua.mp3

Motivasi Resonansi Jiwa (MP3)


Cerita dan Kisah Motivasi dan Inspirasi yang disajikan dalam format MP3. Sangat menyentuh dan menggugah nurani, sehingga kita bisa banyak belajar tentang kehidupan yang hakiki. Nikmat dan meresap ke dalam sanubari, manakala didengarkan dan diresapi dalam suasana hening ketika kita hendak tidur. Sehingga akan menggetarkan kalbu Anda, inilah yang disebut dengan RESONANSI JIWA. Ada banyak pelajaran tentang kehidupan yang disampaikan dengan lugas. Setiap bagian terpisah dari bagian yang lainnya. Selamat menikmati dan mengambil hikmah di dalamnya.

Download masing-masing disini :

  1. Tuhan & Tukang Cukur  3,7MB
  2. Tempayan Retak 4,4MB
  3. Anjing Kecil 5,7MB
  4. Persaudaraan 3,4MB
  5. Kura-Kura & Kalajengking 2,9MB
  6. Jessica 6,8
  7. Duka di Perjalanan 4,7MB
  8. Mata Cinta Kopi Asin 6,2MB
  9. Memaafkan 3,4MB
  10. Cinta dan Waktu 4,7MB
  11. Kearifan Segenggam Garam 4,9MB
  12. Kisah Petani Yang Bijak 2,2MB
  13. Refleksi Diri 3,4MB
  14.  R o d a 5,2MB
  15. Sang Juara 4,8MB
  16. Pertunjukan Akhir 3,0MB
  17. Sandal Kulit Sang Raja 3,0MB
  18. Hidup Adalah Pilihan 3,0MB
  19. Belajar Sabar 3,2MB
  20. Batu Besar 4,2MB
  21. Paku Yang Meninggalkan Bekas 2,8MB
  22. Cangkir Cantik 5,3MB
  23. Jendela Rumah Sakit 6,5MB
  24. Mencoba Sesuatu Yang Positif 3,0MB
  25. Mengasah Diri 2,3MB
  26. Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?  4.7MB 
  27. Cintailah Cinta – 3.7 MB  
  28. Kisah Seekor Belalang – 3.7 MB 
  29. Mawar Untuk Ibu – 2.7 MB  
  30. Menolong Bukanlah Suatu Pekerjaan – 4.89MB
  31. Tangan Ibu Yang Gemetar 4,9MB
  32. Baju-Baju Yang Menipu 6,1MB
  33. Rautan Meja Kayu 5,7MB
  34. Cinta Di Senja Pernikahan  6,5MB
  35. Penyesalan Yang Tak Berujung 3,7MB
  36. Ucapan Cinta Yang Terakhir 3,9MB
  37.  Si Kecil Cassie 5,9MB
  38. Kekuatan Tanpa Kekerasan 4,7MB
  39. Belajar Dari Seekor Cicak 3,2MB
  40. Kelinci Sakti 4,3MB
  41. Burung Pipit 4,7MB
  42. Serbuk Kayu & Arloji 2,9MB
  43. Mensyukuri Nikmat Hidup 3,3MB
  44. Mulailah Memberi 4,0MB
  45. Tidak Ada Yang Sempurna 2,9MB
  46. Pembeli Istimewa 3,6MB
  47. Harga Waktu Seorang Ayah 6,0MB
  48. Racun Yang Menyembuhkan 6,1MB
  49. Jembatan Kasih Sayang 5,1MB
  50. Kisah Sang Tikus 4,8MB
  51. Kelalaian Si Tukang Kayu 3,8MB
  52. Lukisan Kedamaian 3,3MB
  53. Jangan Mudah Percaya Kepada Orang lain 3,8MB
  54. Kecantikan Sesungguhnya 6,3MB
  55. Kelinci Penakut 3,8MB
  56. Arti Didikan Keras Seorang Ayah 5,7MB
  57. Catatan Kehidupan 4,99MB
  58. Cinta, Kesuksesan, dan Kekayaan 5,7MB
  59. Daftar Kekurangan 5,4MB
  60. Kita Hanya Butuh Tempat Yang Kecil 3,4MB
  61. Penantian Panjang Seorang Ibu 11,3MB
  62. Emas dan Permata 4,3MB
  63. Semua Pasti Berlalu 4,3MB
  64. Bunyi Yang Berarti 4,4MB
  65. Di Belakang Layar 2,9MB
  66. Pesankan Saya Tempat Di Neraka 4,5MB
  67. Batu Kecil 2,7MB
  68. Cara British Airways Menghadapi Rasialisme 3,5MB
  69. Goresan Luka 5,2MB
  70. Buah Kesabaran & Kesedihan 3,5MB
  71. Cinta & Perkawinan 5,1MB
  72. Ayam & Sapi 2,6MB
  73. Jangan Menyimpan Dendam 3,4MB
  74. Kesalahan Yang Harus Dibayar Mahal 9,4MB
  75. Katak Kecil Yang Tuli 3,1MB
  76. Jalur Kerata Api 3,0MB
  77. Hati yang Sempurna 5,2MB
  78. Kematian 3,7MB
  79. Cinta & Kehangatan 3,6MB
  80. Keraguan 3,1MB
  81. Belaian Yang Lembut  5,3MB
  82. Cerita Seorang Buruh 3,9MB
  83. Panah 5,1MB
  84. Komentator 4,1MB
  85. Hidup Yang Bermakna 2,8MB
  86. Mengapa Berteriak? 3,8MB
  87. Nama Baik & Status 6,2MB
  88. Kupu-Kupu 5,8MB
  89. Pujian 4,8MB
  90. 100 Ekor Burung Pipit 4,8MB
  91. Tak Sesulit yang Anda Bayangkan 2,6MB
  92. Ikan Kecil & Air 2,8MB
  93. Apa yang Kau Lihat? 4,2MB
  94. Maafkan & Lupakan 3,1MB

Cara Cerdik Matematika SMA


Dalam mengerjakan soal-soal Matematika, sering dijumpai dengan memby-pass langkah-langkah yang diambil, tetapi tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang penting yang tidak mengaburkan konsep/teknik sesungguhnya. Cara-cara seperti inilah sering disebut dengan Trik, King Solution, Cara Smart, Cara Cerdik  dan sebagainya. Berikut ini saya tunjukkan bahwa kadang memang diperlukan cara-cara seperti ini untuk menghemat waktu, yang sangat diperlukan untuk menghadapi soal-soal semacam SNMPTN. Perhatikan dengan seksama perbedaan jalan yang digunakan untuk menyelesaikan soal menggunakan Cara Biasa dan dengan Cara Cerdik.

Download Materinya Dibawah Ini :

 

RANGKUMAN MATERI BIOLOGI UNTUK SMP


Berikut adalah rangkuman materi Biologi untuk SMP, terdiri atas materi kelas 7 hingga 9 (kelas 1 hingga 3 SMP). Mungkin ada beberapa Bab yang tidak lengkap, namun kami berharap ini bisa membantu kelancaran belajar mengajar. Semua file dalam bentuk ms word, sehingga mudah untuk diedit kembali, ditambahi jika ada kekurangan. Silakan download materi di bawah ini, cukup mengklik pada kata download. Jika ingin membuka dengan tab baru, klik kanan lalu pilih New Tab.

1. Bioteknologi

2. Klasifikasi

3. Pertumbuhan dan Perkembangan

  • Perkembangan dan pertumbuhan download

4. Pewarisan Sifat (Genetika)

5. Sistem Ekskresi

  • Sistem ekskresi pada invertebrata download

6. Sistem Gerak

7. Sistem Indera dan Saraf

8. Sistem Pencernaan

  • Sistem pencernaan pada manusia download
  • Sistem pencernaan pada hewan download

9. Sistem Pernapasan

10. Sistem Reproduksi

11. Sistem Transportasi

12. Struktur Hewan

13. Struktur Tumbuhan

NB : terima kasih pada Sugeng Riyanto, S.Pd

Buku Bahasa Inggris Contextual SMP Kelas 8


Buku yang berisi materi pelajaran Bahasa Inggris untuk anak SMP kelas 8, yang disajikan dengan begitu menarik, full colour, Contextual sehingga cocok digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk anak-anak SMP kelas 8. Buku ini digunakan selama 1 tahun penuh.

image

Judul : Contextual Teaching and Learning Bahasa Inggris

Kelas : SMP Kelas 8

Penulis : Utami Widiati, Pratiwi Ratnaningsih, Gunadi H.Sulistyo, Mirjam Anugerahwati, Nunung Suryati, Oikurema Purwanti dan Slamet Setiawan

Download dibawah ini :

Buku Bahasa Inggris Contextual SMP Kelas 9


 Buku yang berisi materi pelajaran Bahasa Inggris untuk anak SMP kelas 9, yang disajikan dengan begitu menarik, full colour, Contextual sehingga cocok digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk anak-anak SMP kelas 9. Buku ini digunakan selama 1 tahun penuh.
Judul Buku : Contextual Teaching and Learning Bahasa Inggris: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas IX Edisi 4
Penulis Buku : Gunarso Susilohadi, Suharso, Dwi Anggani, Siti Wachidah dan Sri Sumarni 
Ilustrasi, Tata Letak :  Direktorat Pembinaan SMP 
Perancang Kulit :  Direktorat Pembinaan SMP
Penerbit Buku : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 

Materi Buku :
 Understand short and simple transactional and interpersonal texts involving asking for and showing certainty; expressing and responding to doubt; asking for repetition; showing concern; showing surprise or wonder.
  1. Understand short functional texts in the form of advertisements.
  2. Write short and simple functional texts in the form of advertisements
  3. Understand short and simple procedures in the form of monologues and dialogues.
  4. Read short and simple procedures
  5. Write short and simple procedures
  6. Understand short and simple transactional and interpersonal texts.
  7. Involving giving and responding to bad news
  8. Understand short and short functional texts in the form of personal letters
  9.  Read aloud short and simple personal letters responding to bad news
  10. Write short a simple personal letters responding to bad news.
  11. Understand short and simple reports in the form of monologues
  12. Read aloud short and simple written reports
  13. Read short and simple written reports
  14. Write short and simple reports
  15. Express happiness to receive good news
  16. Express politeness in showing opinions
  17. Read different kinds of texts, namely leaflets, personal letters, and advertisements, and write different kinds of texts.
  18. Respond to simple and short transactional and interpersonal dialogues involving politeness
  19. Express politeness in simple and short transactional and interpersonal dialogues
  20. Understand short functional texts
  21. Write short functional texts
  22. Understand short and simple narratives in the form of monologues
  23. Read aloud short and simple written narratives
  24. Understand short and simple written narratives
  25. Write short and simple narratives

Download Buku Tersebut Disini :

Buku Bahasa Inggris Contextual SMP Kelas 7


Buku yang berisi materi pelajaran Bahasa Inggris untuk anak SMP kelas 7 yang disusun oleh Kumalarini, yang disajikan dengan begitu menarik, full colour, Contextual sehingga cocok digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk anak-anak SMP kelas 7. Buku ini digunakan selama 1 tahun penuh.

Judul Buku : Contextual Teaching and Learning Bahasa Inggris Kelas VII Edisi 4/Th
Penulis Buku : Th. Kumalarini, Achmad Munir, Slamet Setiawan, Helena Agustien, Muchlas Yusak 
Ilustrasi, Tata Letak :  Direktorat Pembinaan SMP 
Perancang Kulit :  Direktorat Pembinaan SMP
Penerbit buku : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008
Materi Buku :

  1. Respond to transactional and interpersonal dialogues about greeting, leave taking, introducing oneself and others.
  2. Produce transactional and interpersonal dialogues about greeting, leave taking, introducing oneself and others.
  3. Make ideational responses to short functional texts (shopping lists). create short functional texts (shopping lists).
  4. Respond to transactional and interpersonal dialogues about asking for and giving information.
  5. Produce transactional and interpersonal dialogues about asking for and giving information.
  6. Make ideational responses to short functional texts (announcement).
  7. Create short functional texts (announcement).
  8. Respond to transactional and interpersonal dialogues about asking someone to do something and forbidding someone to do something.
  9. Produce transactional and interpersonal dialogues about asking someone to do something and forbidding someone to do something.
  10. Make ideational responses to short functional texts (notes).
  11. Create short functional texts (notes).
  12. Respond to transactional and interpersonal dialogues about apologizing, expressing politeness and gratitude.
  13. Produce transactional and interpersonal dialogues about apologizing, expressing politeness and gratitude.
  14. Make ideational responses to short functional texts (postcards).
  15. Create short functional texts (postcards).
  16. Respond to transactional and interpersonal dialogues about expressing likes or dislikes, and asking for and giving facts.
  17. Produce transactional and interpersonal dialogues about expressing likes or dislikes, and asking for and giving facts.
  18. Make ideational responses to short functional texts (name cards, greeting cards, congratulation cards, birthday invitations, and shopping lists).
  19. Create short functional texts (name cards, greeting cards, congratulation cards, birthday invitations, and shopping lists).
  20. Respond to spoken monologue texts of descriptive.
  21. Create spoken monologue texts of descriptive.
  22. Identify the meanings, the linguistic features and the text structure of written texts of descriptive.
  23. Create written texts using the linguistic features and the text structure of descriptive.
  24. Respond to transactional and interpersonal dialogues about asking for and giving services, things, clarification, asking and expressing opinion, and giving personal responses.
  25. Produce transactional and interpersonal dialogues about asking for and giving services, things, clarification, asking and expressing opinion and giving personal responses.
  26. Make ideational responses to short functional texts (greeting cards and lost notices).
  27. Create short functional texts (greeting cards and lost notices).
  28. Respond to spoken monologue texts of procedure.
  29. Create spoken monologue texts of procedure.
  30. Identify the meanings, the linguistic features and the text structure of written texts of procedure.
  31. Create written texts using the linguistic features and the text structure of procedure.

Download disini :